Ret-Ret Kelulusan Kelas XII IPS 2 di Malino, 13-15 April 2018

Judul post kali ini, tidak akan saya sebutkan sebagai perpisahan, karena kita akan selalu bertemu kembali di waktu dan tempat yang berbeda dan mengenang masa-masa indah kita di bangku SMA dulu.

Ketika kita ditanya tentang kesan mengenai masa-masa SMA, mungkin kebanyakan  jawabannya  adalah : “Menarik”, “tak terlupakan”, “wah,,,masa-masa indah…” dan banyaaak versi ungkapan-ungkapan yang muncul sesuai dengan latar belakang pengalaman dan kisah yang berbeda. Namun semuanya pasti sepakat, bahwa SMA adalah masa-masa yang tak terlupakan. Dan itu memang benar adanya.

1
Semua diawali saat kita lulus dari SMP masing-masing dan mulai menapaki rajutan hari-hari kita di SMA Katolik Cendrawasih Makassar bersama-sama. Dimulai dari pengalaman ketika MOS (Masa Orientasi Siswa) yang kadang membuat kita kesal, ada yang bahagia, terharu, ada yang baper(bawa perasaan), dan lain sebagainya.

Lalu, ketika pikiran polos kita sudah terkontaminasi dengan keinginan bolos, menyontek, membuat PR di kelas, suka membantah perkataan guru, yang ujung-ujungnya kita malah dihukum, kena marah, dll. Ada juga yang terkontaminasi trend masa kini dan menjadi alayers yang doyan tiktok, live instagram, berpacaran, dan lain sebagainya. Sungguh masa-masa indah bagai sebuah kisah manis yang sangat seru untuk diceritakan. Kemana lagi akan kita cari sahabat seperti itu selepas masa-masa SMA??
2

Tak lupa pula akan sekelompok orang tua kedua yang kita panggil dengan sebutan “Bapak” dan “Ibu” GURU itu. Kasih sayang dan jasa-jasa mereka kepada kita sungguh luar biasa. walaupun terkadang kita mengikuti pelajaran beliau dengan adegan tambahan “terkantuk-kantuk”, diiringi rasa bosan, jenuh, bahkan lebih ekstrimnya lagi kita meninggalkan beliau yang dengan kesungguhannya sedang mengajar, untuk sekedar nongkrong di kantin, di perpus dan ijin berjamaah untuk ke toilet, sekedar alibi agar kita bisa kabur dari kelas.(*adik-adik kelas, jangan dicontoh ya!!). Namun beliau dengan sabarnya memberikan kita kepercayaan dan harapan untuk kebaikan bagi masa depan kita yang lebih cerah.

Maka patutlah rasanya jika kita mengucapan terimakasih kepada guru, sahabat, semua civitas SMA Katto Makassar, yang turut andil dalam mewarnai kehidupan SMA kita dengan warna-warni dunia.
3

Waktu berlalu begitu cepat. Kini, siswa-siswi SMA Katolik Cendrawasih Makassar kelas XII IPS II di dampingi oleh Sir Vidensius Wiring dan Istri beliau, kami mengadakan ret ret perpisahan bersama di Malino. Sebuah acara yang membuat kita semakin dekat dan jalinan persaudaraan kita semakin erat.

Momen yang sungguh berharga dan tak terlupakan. Ketika berada di sana, kami saling berkumpul, bercengkrama, berbagi pengalaman, baik itu kisah sedih, menyenangkan, pahit, manis, dan memalukan. Saling bahu membahu, membantu satu sama lain dan banyak lagi, yang membuat kami semakin sulit untuk berpisah satu sama lain.
4

Namun perpisahan hanyalah ucapan menyambut hari-hari penuh rindu dan kenangan. Sepahit, seburuk, semanis apapun kenangan itu, kenangan tinggallah kenangan dan setiap kenangan itu takkan pernah terulang persis sama seperti dahulu. Namun kenangan bukanlah untuk dilupakan. Biarkan menjadi sebuah kisah, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Sebuah kisah klasik yang akan kita ceritakan kepada anak, cucu kita kelak. Terdengar klise namun begitulah adanya.

Akhir kata, kami siswa-siswi SMA Katolik Cendrawasih Makassar kelas XII IPS II angkatan 2018 mengucapkan terimakasih atas kehidupan masa SMA kami selama 3 tahun yang cemerlang ini. (*Adelianto Gosti*)
5